Jumat, 19 November 2010

PROPOSAL LINGKUNGAN HIDUP

PROPOSAL LINGKUNGAN HIDUP

Latar Belakang

Lingkungan hidup kian waktu mengalami ancaman dan kerusakan setiap saat. Kerusakan yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak ramah lingkungan dari manusia merupakan penyebab yang diyakini turut andil terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Sebagai akibatnya, keseimbangan ekosistem menjadi terganggu. Meskipun begitu, belum cukup untuk menjadikan kerusakan lingkungan sebagai pelajaran yang dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Berbagai upaya penyadaran telah banyak dilakukan, dari seminar, simposium, pelatihan, pendidikan tak pernah lepas dari upaya kampanye kelestarian lingkungan hidup.

Berkenaan dengan pendidikan, maka perlu adanya inisiatif dari berbagai pihak, baik instansi pemerintah, non pemerintah, swasta dan individu untuk bersama-sama memberikan pendidikan lingkungan hidup bagi masyarakat di Indonesia.

Atas dasar kepedulian untuk membangun karakter anak yang sadar lingkungan, serta keperihatinan yang terjadi di kalangan remaja saat ini. Hingga banyaknya jumlah anak yang mengalami putus sekolah yang disebabkan berbagai faktor, Serta rendahnya minat baca pada anak-anak, beberapa remaja yang tergabung dalam Karang Taruna RT.14/03 sepakat untuk membentuk sanggar dengan nama Sanggar Dari kami untuk negeri, yang selanjutnya disebut Sanggar Daun, yang merupakan pengembangan dari kegiatan karang taruna RT14/03 dan rumah baca lentera yang berdiri sejak tahun 2005 lalu.

Sanggar Daun adalah sebuah wadah dan tempat belajar bagi anak-anak dan remaja, semata-mata untuk memberikan ruang dan waktu bagi anak-anak untuk dapat mengembangkan potensi dirinya, membangun bakat dan kepedulian serta memberikan pengalaman dan menjadi wadah berkreasi dengan kegiatan yang berwawasan lingkungan.

Mulai didirikan sekitar pertengahan bulan Desember 2008 dan diresmikan pada Tanggal 08 Maret 2009, sanggar daun memposisikan diri menjadi wadah yang bebas dan terbuka bagi saiapa saja yang ingin membaca dan menuangkan ide kreatifitasnya. Sekitar 50 anak-anak dan remaja telah menjadi “Sahabat Daun” (sebutan bagi anak-anak yang mengikuti setiap kegiatan sanggar daun), yang setiap hari, setidaknya 10-15 anak yang datang ke sanggar daun untuk membaca atau sekedar bermain. Ini merupakan tanda adanya perubahan ke arah yang lebih baik, hal ini dapat dibuktikan dengan makin bertambahnya jumlah anak-anak yang aktif di sanggar daun dan lebih meningkatya minat baca dikalangan masyarakat. sementara buku yang tersedia di perpustakaan sanggar daun hanya itu-itu saja. Padahal perpustakaan itu sendiri merupakan kegiatan utama di sanggar daun.

Diluar kegiatan membaca, anak-anak melakukan kegiatan-kegiatan lainnya yang berorientasi pada pendidikan dan pemberdayaan lingkungan. Contoh menanam, bersih-bersih lingkungan, mewarnai dengan tema lingkungan, nonton bareng film pendidikan dll. selain itu mereka sangat bersemangat saat menuangkan bakatnya masing-masing dalam bidang kesenian. Sala satunya adalah belajar bermain musik, sayangnya semangat mereka dalam belajar musik tidak di imbangi dengan sarana yang memadai.

Keterbatasannya sarana dan prasarana disebabkan karena keketiadaan dana operasional yang pasti, sedangkan sumber dana operasional yang kita gunakan selama ini merupakan hasil urungan/patungan dari para pengurus dan relawan sanggar daun dengan jumlah yang relatif sedikit.

Keadaan ini membuat kami berinisiatif untuk mengajak berbagai pihak, baik instansi pemerintah, non pemerintah, swasta dan individu, khususnya yang berada di wilayah Lenteng Agung, untuk bersama-sama berupaya membangun karakter anak-anak serta terciptanya lingkungan menuju ke arah yang lebih baik.


II. Maksud & Tujuan
II.a. Maksud
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, bahwa maksud dari pengajuan proposal ini adalah, terjalinnya sebuah hubungan yang baik antara perusahaan Bapak/Ibu dengan Sanggar Daun. Dengan hubungan baik tersebut kami berharap adanya pemberian bantuan (donasi) dari perusahaan bapak kepada sanggar daun, sehingga setiap program yang sedang dan akan dilaksanakan di sanggar daun berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi semua pihak.

II.b. Tujuan
• Terjalin hubungan yang baik antara perusahaan Bapak/ibu dengan sanggar daun dan
anak-anak sahabat daun.
• Menambah jumlah buku yang merupakan program dan kegiatan utama di sanggar daun.
• Memberikan ruang yang lebih luas kepada anak-anak, dalam meyalurkan kemampuan dan bakatnya masing-masing, melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
• Terciptanya kondisi yang ramah lingkungan melalui kegiatan pemberdayaan lingkungan dan penghijauan.




III. Kegiatan
Sanggar Daun memiliki program dasar sebagai awal dari kegiatan, yang nantinya akan dikembangkan sesuai kondisi dan situasi lokal. Saat ini kegiatan meliputi program kegiatan jangka panjang dan jangka pendek sebagai berikut :

A. Program dan kegiatan Jangka Panjang
Program dan kegiatan jangka panjang yang dimaksud adalah kegiatan yang bersifat terus menerus di laksanakan dan dikembangkan dengan menyesuaikan kepada program jangka pendek, meliputi:

1. Perpustakaan/Taman bacaan
Perpustakaan adalah program dan kegiatan utama di sanggar daun, perpustakaan merupakan pemberian dari individu yang berdiri sejak tahun 2005 bernama Rumah Baca Lentera, dan kini telah di berikan secara penuh untuk di kelola di sanggar daun. Berjumlah kurang lebih 1500 buah buku, taman bacaan ini memposisikan diri sebagai ruang belajar alternatif bagi anak-anak, terutama anak-anak putus sekolah.

2. Pemberdayaan Lingkungan & Penghijauan
Setelah – bisa dibilang– sukses membuat hijau serta pola hidup yang ramah lingkungan di area sanggar, dan berhasil membuat “taman obat” (apotik hidup). Kini program penghijauan akan di lebarkan di seluruh wilayah RT.14/03. Dengan prioritas sepanjang gang menuju Sanggar daun, selain itu juga melakukan pengelolaan sampah mejadi pupuk organik.

3. Kelompok diskusi
Tujuan kelompok ini lebih ditujukan terutama kepada para remaja dan dewasa yang ada di lingkungan RT.14/03, dan atau memungkinkan melibatkan remaja dari luar di sekitar RT.14/03, dengan bahasan diskusi meliputi hal-hal yang berkenaan dengan lingkungan, perkembangan remaja termasuk segala permasalahan serta solusinya.

4. Bengkel Seni
Bengkel seni di peruntukan bagi anak-anak dan remaja yang mempunyai bakat dan minat pada seni, khususnya seni musik. Tujuannya adalah agar mereka tidak hanya bermain atau nongkrong-nongkrong di pinggir jalan saja, tetapi bisa menuangkan bakatnya dengan lebih serius hingga berkembang. Dengan melibatkan tenaga luar sebagai pengajar, kegiatan bengkel seni meliputi:
a. Seni Musik
b. Teater/drama
c. Melukis
d. Daur Ulang
e. Sablon, dll.

B. Program dan kegiatan Jangka Pendek
Program dan kegiatan jangka pendek adalah kegiatan yang bersifat rutin dilaksankan sekali dalam 1 (satu) minggu, yakni pada tiap-tiap hari minggu. Perencanaannya pun di programkan per 1(satu bulan) dengan kegiatan yang berbeda di tiap miggunya, kegiatan yang telah kita jalani antara lain:
• Kerajinan Tangan
• Bersih-bersih lingkungan
• Mewarnai
• Nonton Bareng
• Dongeng, dll

C. Solidaritas kemanusian
Selain kegiatan yang di programkan di atas, Melalui program solidaritas kemanusiaan kami juga telah melaksankan berapa kegiatan lain yang berhubungan dengan kemanusian dan aksi peduli bencana, diantaranya:
• Pendirian posko banjir di daerah Lenteng Agung, saat bencana banjir beberapa waktu lalu.
• Beberapa kali mengumpulkan dan menyalurkan pakaian bekas (layak pakai) untuk korban banjir ke beberapa warga di jakarta.
• Malam Amal untuk yatim piatu.
• Penggalangan dana untuk korban bencana Situ Gintung Tangerang, Banten.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar